Pengantin Wanita Menangis Tersedu-sedu saat Minta Izin pada Ayah, Berat untuk Meninggalkan

Berat untuk Meninggalkan, Pengantin Wanita Menangis saat Minta Izin pada Ayah Untuk Menikah dengan Pria Idamannya

Kasih sayang ibu terlihat jelas dan sering di ungkapkan. Namun berbeda dengan ayah. Sosok pria yang mungkin jarang bicara membahas kasih sayang. Pria yang jarang mengutarakan cintanya kepada sang anak secara langsung. Tapi hatinya lembut dan penuh dengan kasih sayang.

Sebuah video singkat viral memperlihatkan seorang anak perempuan dan ayahnya berlinang air mata. Keduanya menangis dalam sebuah sesi pamitan.

dimana seorang anak perempuan dengan ayahnya untuk meminta izin sebelum dipinang calon suaminya dalam ikatan pernikahan.

Awalnya, sang anak membacakan kata-kata di secarik kertas yang berisi tentang memohon pamit dan restu ayahnya jelang pernikahan. Tiba-tiba, anak perempuan tersebut berlinang air mata dan tak kuat menahan tangis.

Melihat putrinya menangis, sang ayah pun ikut berlinang air mata karena harus melepas anak kesayangannya untuk menikah dengan pria yang dicintainya.

“Pamit yang paling nyesek seumur hidup,” tulis dalam akun tiktok tsb

Dilansir dari trbunnews.com Pengantin perempuan dalam video itu bernama Herma Irlisa Mawarni dari Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Perempuan yang sering dipanggil Lisa ini, menikah dengan Oki Hidayat

Ia mengaku, menangis dalam video itu karena teringat dengan mendiang sang ibu.

“Video itu saat saya minta izin orangtua,” ujarnya saat dihubungi Tribunnews.com

“Yang membuat saya menangis, saat mengenang almarhumah mama saya yang sudah hampir lima tahun meninggalkan kami.”

“Kalau dilihat dengan jelas, di atas meja itu ada foto almarhumah mama,”

Saat meminta izin, ia mendapat sejumlah nasihat dari sang ayah.

Lisa diminta menjadi istri yang selalu menemani suami saat susah dan senang.

“Pesan dari bapak, agar saya dapat menjadi istri yang terbaik untuk suami.”

“Menemaninya saat senang ataupun susah,”

Setelah menikah, Lisa mengaku berat untuk meninggalkan ayahnya.

“Berat untuk saya meninggalkan bapak saat saya sudah menikah,”

“Jarak rumah suami sebenarnya enggak jauh dari rumah bapak.”

“Tapi saya sendiri pasti nanti akan jarang banget untuk mengurus bapak lagi,” ujar Lisa

Comments are closed.