Lama Jadi Misteri, Ternyata ‘Bapak’ Khong Guan Ada di Papua, Jalani Tugas Negara

Menjelang Lebaran, biskuit Khong Guan kembali menjadi pembicaraan netizen. Biasanya, yang menjadi topik pembicaraan adalah sosok “bapak” Khong Guan. Soalnya, dalam lukisan di kaleng biskuit tersebut hanya ada sosok ibu dan dua anaknya yang sedang menikmati teh dan juga biskuit.

Usut punya usut, rupanya si “bapak” Khong Guan tengah berada di Papua. Diam-diam, dia sebenarnya kangen berat dengan keluarganya.Dalam video yang diunggah oleh kanal Youtube Ambon Video Youtube, pria tersebut menangis sambil mengelus-elus gambar keluarganya yang ada di depan kaleng biskuit.

Dia mengaku kepada seorang pria yang dipanggilnya “Pace”, bahwa sudah tiga kali Lebaran dia tak bertemu dengan keluarganya. “Tapi, itu enggak mengapa Pace. Demi pengabdian pada negara,” ujarnya. Mendengar itu, pace yang berkaus putih itu berusaha menghibur agar si “bapak” Khong Guan tidak sedih kala rindu dengan keluarganya.

“Kau sebut saja nama-nama kota di Papua. Manokwari: Mana kala ko sedih, kamilah penawar rindu,” kata pace itu. “Sentani: Susah senang kita menemani. Wamena-Jayapura: Walau mereka di sana, jangan sedih ya, kau punya saudara,” tambahnya. “Timika: Tiada yang bisa memisahkan kita. Asmat: Aku saudaramu sampai mati!” tegas pria Papua tersebut.

Si “bapak” Khong Guan begitu tersentuh dengan ucapan pace tersebut dan mereka berdua berpelukan. Pace itu lalu menawarkan untuk meringankan beban si “bapak” Khong Guan dengan memakan beberapa biskuit dari dalam kaleng.

Video ini sendiri merupakan parodi yang sekaligus mengajarkan mengenai kebhinekaan di Indonesia.

Fyi, pelukis lukisan di kaleng Khong Guan adalah Bernardus Prasodjo dan dia buat sekitar tahun 1970-an. Dilansir Antara, Bernardus tidak punya alasan pasti kenapa tidak ada sosok ayah dalam lukisan tersebut.

“Menurut saya itu cara untuk mempengaruhi ibu rumah tangga supaya membeli. Jadi yang penting ada ibunya di situ. Karena yang belanja ibunya kok,” jelas Bernardus.

sumber : indozone.id

Comments are closed.