Hidup Sendirian dengan Kondisi Cacat, Nenek Markuah Hanya Bisa Tahan lapar dengan Air Putih

Kondisi tangan kanannya yang memprihatinkan membuatnya tak bisa bekerja. Masa tua adalah masa yang harusnya lebih banyak diisi dengan beraktifitas secukupnya, mengonsumsi makanan sehat seperti buah, dan tinggal bersama anak atau cucu tercinta.

Namun, keadaan menyenangkan tersebut nampaknya tak dirasakan oleh nenek Markuah ini. Ia harus menelan pil pahit hidup dalam keadaan memprihatinkan, dan merasakan kelaparan. Bahkan ia tak tinggal bersama anakany, ia tinggal sebatang kara di gubuk reyot yang tak layak huni.

Dilansir dari laman Donasionline.id, nenek Markuah diketahui memiliki keterbatasan fisik dan cacat sebelah tangan. Kondisi inilah yang membuatnya tak bisa bekerja. Kondisinya semakin diperparah karena nek Markuah hanya tinggal di sebuah gubuk yang penuh lubang di mana-mana.

Demi menahan perut yang lapar, nek Markuah rela meneguk air putih agar perutnya tak keroncongan. Jika sedang ada persediaan, tak jarang pula ia hanya makan rebusan singkong yang dikasih tetangganya.

Makan nasi pun hanya sesekali saja. Itu saja nek Markuah hanya bisa makan dengan garam. “ Kalo gak ada makanan paling Nenek cuma diem, kalo nda nenek minum air putih biar kenyang, karena nenek malu kalo terus minta ke tetangga.” ucapnya.

Tentu, nek Markuah ingin hidup lebih layak agar tak terbayang kelaparan di hari esok. Ia hanya ingin makan dengan enak dan bisa bekerja walaupun tenaganya tak sekuat dulu lagi. Mari, bantu ringankan beban nek Markuah agar bisa hidup lebih layak lewat link berikut ini ya.

Sumber Artikel: diadona.id

Comments are closed.