Momen Warga Berjuang Menerjang Banjir Demi Makamkan Jenazah Tetangga

322 views

Perjuangan warga mengarungi banjir yang terjadi di Jombang, Jawa Timur baru-baru ini menuai sorotan publik. Pasalnya, para warga tersebut membawa keranda, ingin memakamkan jenazah salah satu dari tetangga mereka.Sebelumnya diketahui, banjir terjadi di Jombang, Jawa Timur sejak 4 Februari 2021 lalu. Akibat volume air yang cukup tinggi, warga pun kesulitan mengakses jalan menggunakan kendaraan bermotor.

Salah satu yang terimbas dari kondisi tersebut adalah warga yang hendak mengantarkan jenazah ke tempat peristirahatan terakhir. Mereka jadi harus mengarungi banjir demi bisa memakamkan jenazah tersebut. Momennya seperti yang dibagikan akun @warung_jurnalis di Instagram, pada Sabtu (13/2/2021).

Dalam video berdurasi kurang dari semenit tersebut, tampak beberapa warga melewati jalanan yang sudah digenangi banjir sambil membawa keranda mayat. Disebutkan oleh salah satu warganet, lokasi kejadian berada di bawah underpass Tol Solo-Kertosono, tepatnya di Dusun Kedunggabus Desa Bandarkedungmulyo, Jombang, Jawa Timur.

“Karena banjir belum surut, begini perjuangan warga Dusun Kedunggabus, Desa Bandarkedungmulyo, saat berjalan menembus banjir demi memakamkan jenazah tetangganya,” kata akun pengunggah dalam keterangan videonya. Adapun peristiwa terjadi pada Kamis (11/2) pagi kemarin.

Banjir itu tingginya sudah sampai pinggang ke betis orang dewasa, membuat para warga tampak bersusah payah melewati jalan tersebut. Aksi para warga yang berusaha mengantarkan salah satu tetangganya tersebut pun menuai sorotan warganet. Kebanyakan yang merasa terharu dan mendoakan orang-orang yang rela membantu sesama.

“Masih berani musuhin tetangga?” kata akun @robiultholib.
“Semoga dilimpahkan pahala dan rezekinya, pak,” tutur akun @denihrynto_.
“Masyaallah, panjang umur hal-hal baik,” ungkap akun @epoyy_28.

Kini unggahan tersebut pun viral, ditonton hingga lebih dari 30 ribu kali dan disukai oleh lebih dari 4 ribu orang.

Sumber Artikel: kumparan.com

Comments are closed.