Pesan Memilukan Komandan KRI Nanggala Yang Gugur, Letkol Heri Oktavian: Doakan Kami

Jajaran TNI Angkatan Laut (TNI AL) beserta tim gabungan terus berupaya untuk terus menemukan keberadaan kapal selam KRI Nanggala 402 yang hilang kontak di perairan Bali, Rabu (21/4).

Upaya pencarian itu terus dilakukan TNI untuk segera mengetahui di mana keberadaan 53 awak kapal termasuk pula komandan kapal tersebut, Letkol Laut (P) Heri Oktavian. Tak banyak informasi yang memuat soal Heri selain di laman resmi milik TNI. Pada laman itu, disebutkan bahwa Heri telah menjabat sebagai Komandan KRI Nanggala sejak 3 April 2020. Sebelumnya dia menjabat sebagai Komandan Sekolah Awak Kapal Selam (Dansekasel) Pusat Pendidikan Khusus (Pusdiksus).

Jabatan sebagai Dansekasel ia emban sejak November 2019. Sebelumnya ia menjalani pendidikan Sesko di Jerman. Mengenai pribadi Heri dan kehidupannya, hal itu banyak dituangkan di dalam akun instagram pribadinya @class_of_2k2. Sejumlah momen Heri bersama keluarga dan anak tercinta dibagikan melalui unggahan di akun pribadinya itu.

Salah satu unggahannya pada 15 November 2019 mengandung pesan yang bila dibaca sekarang sangat memilukan. Heri membagikan cuplikan video dan satu buah foto yang menggambarkan saat dirinya dan beberapa prajurit TNI AL lainnya tengah latihan menyelamatkan diri keluar dari kapal selam dengan baju khusus yang biasa disebut MK-11.

“If you don’t read about this on the news, than we’re fine. But if you find it on the news, please pray for us. [Jika kamu tidak membaca hal ini di berita dan media massa, maka kami baik-baik saja. Namun bila kamu menemukan berita akan hal ini, maka kami mohon berdoalah untuk kami],” ungkap Heri dalam unggahan di akun instagram pribadinya,@class_of_2k2, seperti dikutip kumparan, Minggu (25/4).

KRI Nanggala yang dipimpin oleh Heri pada Rabu (21/4) ditumpangi oleh 53 awak termasuk dirinya. Kapal dinyatakan hilang kontak usai sebelumnya meminta izin untuk menyelam guna melaksanakan latihan penembakan torpedo SUT pada pukul 03.00 WIB.

Tak hanya terus mengintensifkan pencarian, kata Yudo, tim gabungan juga mempersiapkan tim medis untuk membantu proses evakuasi kru kapal yang kemungkinan selamat dari musibah ini.

“Di mana fase subsunk (tenggelam) untuk evakuasi medis terhadap ABK yang ada kemungkinan selamat, kita evakuasi baik di Surabaya atau Banyuwangi. Demikian tim gabungan SAR masih terus berjuang mengidentifikasi kontak-kontak tadi,” kata Yudo.

sumber : kumparan.com

Comments are closed.