Kru KRI Nanggala-402 Asal Lamongan Ini Susul Ibu yang Belum 100 Hari Berpulang

Salah satu kru KRI Nanggala-402 adalah, Kopda (ANM) Edi Siswanto, warga Desa Sumberaji, Sukodadi, Lamongan. Gugurnya Edi Siswanto memantik empati dan kesedihan keluarga dan tetangganya. Pasalnya, Edi belum genap 100 hari ditinggal ibundanya meninggal dunia.

Tidak ada kesan negatif yang tertempel di pundak Edi Siswanto. Sejak kecil sekitar usia 5 tahun, korban sudah ditinggal ayahnya, Nipan menghadap sang khalik. Disusul kemudian belum genap 100 hari ini, ibunda Edi, Sari meninggal dunia.Setelah lulus SMA, Edi Siswanto menyusul keberhasilan kakaknya yang menjadi anggota TNI AD dengan diterima sebagai anggota TNI AL.

“Beliau itu adik saya satu-satunya yang saya sayangi. Orangnya baik, penurut,” kata kakak dari Edi Siswanto, Sukirman kepada wartawan di rumah duka, Senin (26/4/2021). Sukirman menyebut bakti Edi kepada sang ibu begitu dalam. Wujud baktinya sebagai anak kepada orang tuanya sungguh membanggakan. Saat itu Edi menyuruh istrinya untuk mengakhiri kerjanya di perpajakan agar bisa menemani ibunya yang tinggal seorang diri di rumah.

Tak hanya itu, Edi yang masuk TNI dan lulus pendidikan pada 2013 ditempatkan di Ambon, juga mengambil keputusan untuk mengikuti seleksi kapal selam dan dinyatakan lulus. “Keberadaan kapal selam hanya ada di Surabaya. Dan ketika lulus seleksi, Edi bisa dekat dengan ibu. Karena kan kapal selam adanya di Surabaya, jadi adik saya pilih biar bisa dekat ibu, “kata Sukirman yang dinas di Magelang ini.

Di mata Sukirman, Edi adalah adik yang tidak pernah membantah dan selalu berbagi bersama dirinya. Selain baik, kata Sukirman, adiknya juga adalah sosok yang murah senyum dan tidak pernah membantah. “Dia adik saya satu-satunya, waktu kecil ya sering mainnya dengan saya, ” kata Sukirman yang hanya selisih usia 8 tahun Edi ini.

Sebelum dinyatakan gugur, Sukirman dan keluarganya juga tidak mempunyai firasat apapun. Kontak terakhir, lanjut Edi, Edi hanya mengatakan jika ia akan layar. Sukirman mengaku tetap berharap ada keajaiban untuk adiknya.

“Ada harapan kecil itu. Sebab kalau dinyatakan meninggal sampai sekarang juga belum diketahui jasadnya. Jadi kami masih berharap adik saya selamat,” tuturnya. Sementara, istri Edi Siswanto, Nia Sri Ekawati belum bisa diajak komunikasi karena masih syok.

Ketika Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi didampingi Kapolres AKBP Miko Indrayana, Dandim 0812 Letkol Inf Sidik Wiyono bertandang ke rumah kru kapal selam KRI Nanggala-402, Nia hanya bisa duduk sembari tertunduk didampingi anggota keluarga perempuan lainnya. Dari awal menemui rombongan, tangan kiri Nia dalam genggaman erat tangan anggota keluarganya, yakni istri Sukirman tanpa bicara apapun.

Dalam kesempatan itu Sukirman menceritakan kisah adiknya kepada Yuhronur Efendi dan anggota Forkopimda lainnya. Di akhir kunjungannya, Bupati, Kapolres dan Dandim juga menyerahkan tali asih kepada istri korban.

“Semoga amal ibadah korban diterima dan diberi ampunan oleh-Nya. Sementara keluarga yang ditinggalkan sabar menghadapi ujian berat ini. Korban gugur sebagai pahlawan yang menjaga kedaulatan laut negeri ini,” kata Yuhronur Efendi.

Sumber Artikel: detik.com

Comments are closed.