Dengan Mata Berkaca-kaca, Istri Letda Munawir Kru Nanggala, Berharap Melihat Jasad Suami yang Dinyatakan Gugur

Tangan Cica Yuemi (39) memegang erat pigura foto dirinya dan sang suami. Foto itu dilihatnya dengan mata berkaca-kaca. Sesekali tatapannya kosong. Sudah berhari-hari ia menangis. Menanti kabar baik tentang suaminya yang menjadi awak KRI Nanggala-402. Suami Cica adalah Letda Munawir (42).

“Masih berharap selamat, mukjizat dari orang-orang yang banyak. Dievakuasi, melihat benar apa enggak meski cuma tulang saja,” kata Cica, saat ditemui di rumahnya bilangan Keputih Utara Nomor 9A, Sukolilo, Surabaya, Senin (26/4).

Cica menceritakan saat terakhir kali menatap wajah Letda Munawir. Ketika itu, ia mengantarkan suaminya berangkat bertugas pada Senin pekan lalu (19/4). Tak banyak pesan yang disampaikan oleh Munawir. Cica mengatakan Munawir memang biasa seperti itu. Tak banyak menitip pesan saat ingin berangkat menjalankan tugas. “Cuma pesan kepada anak-anak biar lebih rajin belajar,” kata dia.

Dua hari kemudian, Cica mendapat kabar buruk. Cica mendapat kabar dari seorang teman. “Dia [teman] tanya suamiku layar? Ya layar kapal apa? KRI Nanggala-402,” kata Cica. Cica kemudian mencari informasi dari pemberitaan. Dari situ ia baru mengetahui bahwa kapal tempat suaminya bekerja dinyatakan hilang.

“Akhirnya saya coba cari di TV, anak saya yang pertama suruh lihat YouTube KRI Nanggala-402. Langsung ada berita KRI Nanggala-402 yang hilang,” ucap dia. Cica lantas bergegas membawa dirinya ke markas Koarmatim untuk memastikan kebenaran informasi tentang KRI Nanggala-402 hilang kontak.

Sesampainya di sana, Cica diminta berdoa. KRI Nanggala-402 hilang kontak bukan kabar burung. Cica terus mengikuti kabar terbaru pencarian KRI Nanggala-402. Hingga pada akhirnya, Panglima TNI Marsekal Kapal dinyatakan tenggelam di perairan utara Bali.

Cica masih terbayang-bayang wajah suaminya. Dia berdoa semoga ada mukjizat yang membuat suaminya selamat. Jika tidak pun, Cica berharap masih bisa melihat jasad sang suami meski hanya tersisa tulang belulang.

sumber : cnnindonesia.com

Comments are closed.