ANEH Memang, Nganggur Tapi Kok Duit Banyak, Seorang Ibu Dituduh Tetangga Pakai Ilmu Babi Ngepet

Merebaknya isu babi ngepet hingga menghebohkan warga Kelurahan Bedahan, Sawangan, Kota Depok, membuat seorang ibu-ibu berkomentar. Wanita berkerudung hitam itu mencurigai seorang tetangganya yang diduga pakai ilmu babi ngepet. Babi ngepet diketahui dipercaya sebagian orang merupakan jelmaan manusia yang ingin kaya secara cepat, dengan cara pesugihan.

Dihadapan wartawan dan warga Depok, ibu-ibu itu mengatakan sudah memantau tetangganya yang ia tuding pakai babi ngepet. Pasalnya, diakui sang ibu, tetangganya itu kelihatan nganggur di rumah, namun justru memiliki uang banyak. “Dari kemarin saya pantau pak orang ini, dia nganggur tapi uangnya banyak,” ucap ibu-ibu itu dengan semangat, dilansir TribunnewsBogor.com dari akun Instagram mintulgemintul.

Bahkan, agar segera ketahuan siapa pemilik babi ngepetnya, sang ibu mengaku samapi melempar suatu jimat ke rumahnya. “Saya udah lewat rumahnya, udah saya lempar jimat biar ketahuan. Dia ini rumahnya dekat sama teman saya. Jadi teman saya yang ngelaporin ke saya, sebelum kejadian ini,” ucapnya lagi.Tak hanya itu, ibu itu juga bahkan sampai berani menunjukkan foto tetangganya yang dituding pakai babi ngepet.

“Ini dia, orangnya yang punya babi ngepet. Kalian kenal gak nih orang? Orang sini kan?” tegas sang ibu. Setelah video tersebut viral, ibu-ibu itu pun kini memberikan klarifikasi. Ia tak terima disebut fitnah orang.
“Buat semuanya yang ada di grup manapun. Saya cuma mau bilang, tuduhan dan ucapan kalian di bulan suci Ramadhan ini, buat saya terima kasih banyak,” tegas sang ibu di akun mintulgemintul. Tak hanya itu, ibu-ibu itu juga menegaksan bahwa dirinya tidak ada sangkut pautnya dengan babi ngepet yang ada di Depok.

“Saya mau tegasin, kalau saya tidak ada sangkut pautnya sama sekali dengan yang namanya bagong atau babi ngepet yang ada di kampung Bedahan. Jadi bukan saya, keluarga saya apalagi suami saya, yang bersangkut paut dengan bagong itu,” tegasnya. Tak lupa, si ibu-ibu itu kembali menegaskan bahwa yang punya babi ngepet itu adalah warga Kampung Bedahan, tetangganya. “Justru yang punya bagong itu, yang punya babi itu sendiri, justru adalah orang kampung itu sendiri,” tegasnya. Jika ia disebut memfitnah oleh netizen, ibu-ibu itu pun tak terima.

Bahkan ibu ini tak segan akan melaporkan netizen yang menyebutnya telah memfitnah, itu ke kantor polisi. Ucapan dan kata-kata itu bisa mencemarkan nama baik saya. Dan saya bisa melaporkannya,” tegasnya. Sebuah video yang berisikan penangkapan babi ngepet di Depok pun viral di media sosial. Penangkapan babi yang diduga babi ngepet itu rupanya terjadi di Kelurahan Bedahan, Sawangan, Kota Depok, Selasa (27/4/2021). Salah seorang warga bernama Suhanda mengurai kejadian saat mereka menemukan babi yang dicurigai sebagai babi ngepet.

Pernyataan Suhanda itu pun diamini Martalih, warga yang ikut menangkap babi diduga jadi-jadian ini. Ia dan sejumlah warga lainnya sempat mencurigai tiga orang masuk ke lingkungan menggunakan sepeda motor. Satu dari tiga pria mencurigakan ini mengenakan jubah tertutup berwarna hitam. Usai curiga dengan kedatangan tiga pria mencurigakan, warga kembali dikejutkan dengan sosok babi di kampung mereka. Tak biasa, warga lantas berbondong-bondong berencana untuk menangkap babi tersebut.

Namun, warga harus rela melakukan suatu hal saat penangkapan babi yang diduga sebagai babi ngepet itu.
Untuk menangkap babi tersebut, delapan orang yang ikut menangkapnya harus rela tak mengenakan sehelai pun pakaian alias bvg1l. “Ini sebagai syarat penangkapan babi ngepet,” kata Martalih dilansir dari Tribun Jakarta, Selasa (27/4/2021).

Penangkapan babi tersebut dilakukan oleh delapan warga pada Selasa (27/4/2021) sekira pukul 00.30 WIB. Beberapa saat membuat perencanaan, warga akhirnya berhasil menangkap babi tersebut. Diduga, babi yang berhasil diamankan ini adalah babi jadi-jadian alias babi ngepet. “Orang yang menangkap itu semuanya dengan tidak pakai baju sama sekali, atau pakai celana sama sekali, tidak sama sekali. Pokoknya bvg1l, keadaan bv91l makanya itu bisa ditangkap,” ujar Suhanda di sekitar di lokasi kejadian. Bahkan,Suhanda mengatakan, kemungkinan besar babi itu akan sulit ditangkap bila orang yang menangkapnya masih mengenakan baju.

“Kalau enggak bv91l kemungkinan hilang lagi,” ungkapnya. Saat ini, babi tersebut telah disembelih dan dikuburkan persis di samping pemakaman warga sekitar. Sebelum disembelih, sejumlah warga sekitar pun bahkan menggelar pengajian terlebih dahulu.

“Karena kalau enggak dieksekusi dari sekarang, itu mengakibatkan kerumunan orang semakin banyak. Karena sekarang kita lagi pencegahan Covid-19, makanya kita cepat-cepat dari RT, dari RW, mengatakan harus dieksekusi secepatnya supaya tidak ada kerumunan banyak-banyak,” pungkasnya.

Sumber Artikel: tribunnews.com

Comments are closed.