AGAR Bisa Pelesir dengan Istri Baru, Ayah Ju4l Anak Kandung Berumur 2 Tahun Seharga Rp 352 Juta

Polisi di Provinsi Zhejiang, China timur menahan seorang pria yang menju4l anak kandungnya berusia dua tahun dan menggunakan uang itu untuk pelesir bersama istri barunya. Pria yang diidentifikasi bermarga Xie, terus-menerus bertengkar dengan istrinya saat ini, menju4l bayi laki-laki yang dijuluki Jiajia untuk meringankan biaya perawatan anak.

Media lokasl Zhejiang Legal Daily, Rabu, 28 April 2021 melansir, Xie mendapat hak asuh atas anak laki-laki tersebut setelah bercerai dari istrinya, yang mengasuh anak perempuan mereka. Namun, karena bekerja di kota lain, Jiajia dirawat saudara laki-laki Xie, yakni Lin dan anggota keluarga lainnya di kota Huzhou.

Diketahui Xie membawa Jiajia dari kerabatnya bulan lalu dengan alasan ibu bocah itu ingin menemuinya. Beberapa hari kemudian Lin mengetahui Jiajia tidak pernah tiba di tujuannya dan menghubungi polisi setelah Xie tidak mau menjawab pesan yang dikirimkan berulang kali.

Polisi mengatakan mereka telah menemukan bahwa Xie telah menju4l anak laki-laki itu kepada pasangan tanpa anak di Changshu, sebuah kota di provinsi Jiangsu, seharga 158.000 yuan setara Rp 352.458.000, dan menggunakan uang itu untuk membawa istri barunya pelesir ke berbagai tempat wisata di China. Pasangan dari Jiangsu sekarang menghadapi “tindakan kriminal” dan Jiajia dikembalikan ke pamannya akhir bulan lalu.

Laporan itu juga mengatakan bahwa Xie dan mantan istrinya memiliki dua anak perempuan lain, yang sebelumnya telah “diberikan” kepada keluarga lain, tetapi tidak disebutkan apakah polisi sedang menyelidiki kasus itu.

Sebelumnya seorang ayah di China menju4l anak perempuannya sendiri yang baru berusia satu tahun untuk melunasi utang judi. Akibatnya, kini ia ditahan pihak kepolisian atas kasus perdagangan manusia. Dilansir oleh Daily Mail, pria yang diidentifikasi bernama Jiang tersebut menju4l anaknya karena memiliki utang dari judi online 60.000 yuan (Rp133 juta).

Jiang yang tak memiliki pekerjaan, membawa putrinya dari rumah dan berkata pada istrinya bahwa ia akan membawa anak mereka ke neneknya. November lalu, Jiang berkata pada istrinya bahwa ia akan tinggal bersama ibunya di kota Zunyi, sekitar 140 km dari rumah mereka di Guiyang, Guizhou.

Sang ibu, Wang, merasa curiga karena ia belum mendengar kabar apapun tentang putrinya selama tiga bulan, Guiyang Evening News mengabarkan. Tiap kali Wang bertanya pada suaminya tentang keadaan putrinya, sang suami akan membuat alasan untuk menunda kepulangan sang anak. Hingga pada Februari 2019, Wang memeriksa handphone suaminya dan melihat screenshot percakapan antara suaminya dan pembeli anaknya.

Saat itu sang ibu baru tahu apa yang terjadi. Di hari yang sama, Wang menemui ibu mertuanya. Ibu mertuanya berkata bahwa cucunya telah dibawa pergi beberapa minggu lalu. Wang yang ketakutan langsung melaporkan peristiwa tersebut pada kepolisian distrik Qianling. Sementara sang suami tak diketahui keberadaannya.

Setelah diinvestigasi, polisi menemukan Jiang di sebuah hotel di Guiyang pada akhir Februari 2019. Ia mengaku memiliki utang banyak karena berjudi. Ia lalu membuat keputusan menju4l anaknya setelah melihat postingan tentang adopsi anak secara online. Jiang berbohong pada pembelinya dengan berkata ia tidak mampu membesarkan anaknya karena ia telah bercerai dari istrinya sementara kedua orangtuanya telah tiada.

Jiang kemudian membawa anaknya pergi pada 5 November dan terbang ke Zhoushan, lebih dari 1.850 km dari rumah mereka. Sementara itu sang ayah ditahan dan didakwa p33rd4g4ng4n manusia.

Sumber Artikel: tribunnews.com

Comments are closed.