Kisah Asmara di Balik Kasus Sate Sia-nida di Bantul

949 views

Misteri sate ber4cvn salah sasaran di Bantul, DIY, yang menewaskan anak ojek online bernama Naba Faiz Prasetya (10) akhirnya terungkap. Sepekan setelah kejadian pada 25 April, polisi menangkap pelaku yang mengirim sate maut itu. Pelaku merupakan seorang perempuan bernama Nani Aprialliani Nurjaman (25). Ia berasal dari Majalengka dan bekerja di salon di Yogyakarta.

“NA 25 tahun wiraswasta asal Majalengka,” ujar Direskrimum Polda DIY, Kombes Pol Burkan Rudy Satria, saat konpers di Polres Bantul, Senin (3/4). Burkan menyatakan, r4cvn yang dipakai Nani berjenis sia-nida. Nani membeli sia-nida seberat 250 gram dari aplikasi jual beli online atau e-commerce seharga Rp 224 ribu. Menurut pengakuan, Nani menabur sia-nida ke bumbu sate sebanyak 1 sendok. “Dari hasil lab yang digunakan untuk menabur mer4cvn dalam makanan berupa kalium sia-nida atau KCn,” kata Burkan. “Barang ini dipesan melalui aplikasi jual beli online cukup lama,” lanjutnya.

Bungkus Sate hingga Jaket Jadi Petunjuk Polisi Tangkap Pelaku – Pengungkapan kasus sate sia-nida membutuhkan upaya khusus. Sebab menurut polisi, pelaku yang sudah merencanakan aksinya, memiliki niat agar tak terlacak keberadaannya. Seperti mengganti motornya hingga menggunakan jilbab saat beraksi padahal kesehariannya tidak. Namun pada akhirnya polisi bisa mengungkap dengan petunjuk berupa warung sate yang buka siang saat puasa, bungkus sate, bentuk lontong, dan jaket.

“Kan spesifik 15.30 WIB sate ada di tangan dia. Artinya dia beli sebelumnya dan artinya di lokasi penyerahan itu sate yang buka siang hari,” ujar Burkan. Polisi kemudian mencari warung sate yang buka siang. Selain itu, bentuk lontong juga jadi petunjuk. Menurut Burkan, bentuk lontong di kasus sate sia-nida berbeda dengan warung-warung biasanya. “Uniknya nek lontong biasanya bungkus utuh, ini seperti lupis, pakai daun,” kata Burkan.

Polisi lantas mencari warung dengan spesifikasi lontong seperti itu satu per satu di sekitar Kecamatan Umbulharjo, Kota Yogyakarta. Hingga akhirnya ditemukan warung penjual sate yang pernah dihampiri Nani. Penjual sate tersebut membenarkan Nani pernah membeli di tempatnya pada hari yang sama dengan kejadian. “Keterangan saksi akurasi cukup bagus. Keterangan dari ojolnya cukup detail. Memang ada beberapa CCTV kita ambil dari titik bisa kepastian bahwa ini orang yang terlibat,” ujar Burkan.

Berniat r4cvni Tomy karena Sakit Hati Ditinggal Nikah – Sate sia-nida yang salah sasaran itu sedianya ditujukan bagi seorang pria bernama Tomy yang tinggal di Kasihan, Bantul. Nani mengaku nekat mengirim makanan ber4cvn itu karena sakit hati kepada Tomy yang belakangan diketahui merupakan anggota Satreskrim Polresta Yogyakarta. “Motifnya adalah sakit hati karena ternyata target menikah dengan orang lain, tidak dengan dirinya,” ucap Burkan.

Menurut Burkan, Nani sempat memiliki hubungan dengan Tomy sekitar 2 tahun lalu sebelum akhirnya pria pujaannya itu menikahi wanita lain. “Pernah berhubungan dulu sebelum nikah,” kata Burkan. Sehingga muncul aksi nekat Nani yang mengaku ingin memberikan pelajaran. r4cvn tersebut diharapkan membuat Tomy mengalami diare.
“Seperti ingin dampaknya hanya mulas sama mencret katanya. Tapi kan kita perlu pastikan lagi (keterangan itu),” kata Kasat Reskrim Polres Bantul AKP Ngadi.

Polisi Dalami Kemungkinan Pelaku Lain – Meski sudah menangkap Nani, polisi masih mendalami kemungkinan adanya tersangka lain. Sebab berdasarkan pengakuan Nani, ide sia-nida berasal dari rekan prianya berinisial R.
“Inisial R, pengakuan NA seperti itu (R pemberi ide sia-nida),” ucap AKP Ngadi. AKP Ngadi menyebut, R merupakan pelanggan di salon tempat Nani bekerja. Ia menyebut R menaruh rasa kepada Nani. Namun Nani justru suka pada Tomy. Tetapi Nani juga kadang curhat kepada R. “R tersebut menyarankan memberi pelajaran kepada T dengan KCn (sia-nida),” terang Ngadi.

Pelaku Menyesal Sate Ber4cvn Justru Salah Sasaran – Adapun kejadian sate ber4cvn yang men3w4sk4n anak ojol membuat Nani gelisah. Ia langsung mengakui perbuatannya tersebut. “Iya adalah omongan sepintas seperti itu (menyesal), cukup goyah ketika terjadi viral di media (N tewas),” ujar Burkan. “Dia nggak berbelit langsung mengakui. Kegelisahannya cukup luar biasa kenapa harus ada korban orang lain. Komunikasinya belum kontrol,” tambahnya.

sumber : kumparan.com

Comments are closed.