Merasa Janggal, Suami di Tangerang Bongkar Makam Istri yang Sudah Dikubur 7 Hari

4270 views

Kehilangan seseorang terkasih bukanlah perkara mudah. Sama halnya dengan seorang suami berinisial RN asal Banten, Tangerang ini. Diketahui ia nekat menggali kuburan istrinya yang sudah dimakamkan selama tujuh hari dan memiliki alasan kuat mengapa harus melakukannya.

Dilansir dari tangerangnews.com, Senin 28 Juni 2021, berdasarkan keterangan Ahmad, Ketua RT 18 Cidadap, Kelurahan Tinggar, Kecamatan Curug, Kota Serang, RN menggali makam istrinya lantaran merasa ada yang mengganjal daam hatinya.

Sebab, setelah dinyatakan meninggal dunia pada Sabtu lalu, jenazah sang istri oleh pihak rumah sakit tidak diantarkan ke rumah duka untuk dimandikan dan disalatkan. “ Infonya karena Covid-19 jadi alasannya tidak dimandikan dan tidak disalatkan,” ujar Ahmad.

Merasa Ada yang Mengganjal di Hati

Merasa ada yang tidak enak di hati, pihak keluarga khawatir jika nantinya terjadi sesuatu kepada istri RN sebagaimana ajaran agama Islam. Karena menurut ajaran, baiknya seorah muslimah dimandikan dahulu lalu disholatkan.

“ Setelah itu baru dimakamkan,” katanya.

Meski dinyatakan meninggal akibat terinfeksi virus Corona, namun pihak keluarga sampai dengan tujuh hari setelah pemakaman tidak mendapatkan surat resmi hasil laboratorium sang istri.

“ Ya seperti ada yang mengganjal karena tidak mendapat surat keterangan. Karena hanya surat keterangan meninggal dunia yang diterima pihak keluarga RN,” ujarnya.

Kembali Dimakamkan

Akhirnya RN menggali kembali makam istrinya, setelah berada di dalam kuburan selama tujuh hari. Setelah itu, jasad sang istri tercinta dimandikan dan disalatkan sebagaiaman mestinya ajaran Agama.

“ Setelah itu baru merasa lega pihak keluarga,” jelasnya.

Dalam video yang diunggah akun Instagram @tangerang.terkini, terlihat seorang pria mengenakan kaus berwarna merah tengah sibuk menggali sebuah makam. Pria itu diduga RN.

Tak lama, kamera menyoroti sebuah peti mati yang berisi jenazah istri RN yang hendak dimasukkan kembali ke liang lahat.

Comments are closed.