Covid-19 Serang Ibunya, Polisi Majalengka Iseng Bikin Oksigen Buatan hingga Dipakai Banyak Pasien Corona

Menanggapi kelangkaan oksigen di wilayah Majalengka sementara kebutuhan tinggi, Kapolsek Talaga, Polres Majalengka Ajun Komisaris Polisi Agus Romy (50) berupaya membuat oksigen buatan yang cukup sederhana. Namun ternyata banyak dimanfaatkan pasien corona atau penderita Covid-19 yang tengah menjalani perawatan atau baru pulang setelah menjalani perawatan di rumah sakit.

Oksigen buatannya kini sudah dipakai lebih dari 25 pasien corona, termasuk ibunya yang sempat mengalami Covid-19 beberapa waktu lalu. Pembuatan oksigen ini pun berawal dari kasus ibunya yang terkena Covid-19.

“Ibu saya terkena Covid, sekarang banyak keluarga pasien yang mencari oksigen karena pasien alami sesak nafas terutama mereka yang menjalani isolasi mandiri di rumah, di apotek sulit diperoleh, kalau ada berebut, harga juga lumayan mahal, sekarang akibat Covid tingkat kematian juga tinggi karena mereka sesak nafas,” ungkap Agus Romy, Minggu 4 Juli 2021.

Melihat persoalan tersebut, Agus mengaku berupaya mencari cara untuk membuat oksigen dengan membuka mesin pencari google, hingga akhirnya didapatkan bagaimana cara membuat oksigen yang mudah dan murah, namun bermanfaat untuk menolong pasien.

Tabung oksigen buatannya sangat sederhana, hanya menyediakan botol bekas air mineral, mesin pompa air untuk akuarium serta selang putik kecil yang bisa menyalurkan udara ke hidung.

Pertama, kabel dipotong sekira satu meter, kemudian memotong dua kabel berukuran masing-masing 50 centimeter.

Tiga ujung kabel dimasukan ke botol yang tutupnya terlebih dulu dilubangi. Setelah itu, satu ujung kabel di sambung ke pompa, dan satu kabel yang panjang bagian ujungnya ditutup serta beberapa centimeter dari bagian ujung dilubang untuk dihirup ke bagian hidung.

Botol bisa dimasukan air dan dibubuhi kayu putih agar hidung terasa segar dan plong. Jadilah oksigen buatan yang bermanfaat bagi pasien untuk membantu alat pernafasan.

“Ini tentu belum diuji klinis, tapi ibu saya sudah memanfaatkan ini. Ada sejumlah keluarga pasien juga saya bantu, ada yang datang dan meminta untuk dibuatkan juga.” kata Agus.

Diapun berupaya bereksperimen untuk menambah cairan yang ada di dalam botol, hingga akhirnya tetesan minyak kayu putih yang paling pas untuk dicampur agar udara yang dihirup dari tabung lebih segar.

“Kenyamanan pasien faktor penyembuh serta percaya diri pasien bangkit,” ungkap Agus.

Modal untuk pembuatan alat bantu pernafasan ini menurutnya sangat murah, hanya butuh Rp75.000, apalagi jika membeli peralatannya secara online sekitar Rp50.000 saja. Untuk merangkai hingga bisa dimanfaatkan, hanya butuh waktu sekitar 10 menit.

“Sekarang banyak yang pesan, hari ini ada dua orang yang memesan,” ungkapnya.

Khaerul dan Yudi asal Talaga adalah dua orang warga yang keluarganya sudah memanfaatkan alat bantu pernafasan buatan Agus Romy.

Keduanya mendengar dari temannya kemudian mendatangi Mapolsek Talaga untuk memesan karena di apotek terdekat tidak tersedia oksigen.

Khaerul mengungkapkan, keluarganya semula akan masuk ke Rumah Sakit namun ternyata penuh, antrian yang menunggu masuk ke ruang perawatanpun banyak.

Sementara, pasien berada di IGD tidak pernah nyaman. Akhirnya, dia mengaku mendapat informasi ada oksigen yang dibuat Kapolek Majalengka dan segera mendatanginya.

“Ya akhirnya kami terbantu oksigen buatan, fungsinya sama membantu pernafasan,” kata Khaerul.

sumber : tribunnews.com

Comments are closed.