dr. Lois Owien ‘Ungkap’ Penyebab Kematian Ashraf Sinclair

1021 views

Kematian suami Bunga Citra Lestari alias BCL, Ashraf Sinclair kembali diungkit seorang dokter yang tak percaya Covid-19. Dia adalah dr Lois yang mengungkap penyebab kematian mendadak Ashraf Sinclair. Komentar soal kematian suami BCL ini diungkap dr Lois saat mengomentari keikutsertaan Raffi Ahmad sebagai penerima vaksin Covid-19 gelombang pertama bersama Presiden Joko Widodo alias Jokowi.

Dokter Lois sendiri kini berstatus tersangka atas kegaduhannya yang dibuat dengan menyebut tak percaya Covid-19. Cuitan dr Lois Owein sebelumnya menyeret nama Raffi Ahmad dan Nagita Slavina. Saat namanya jadi sorotan, dr Lois sempat membagikan foto Raffi dan Nagita di laman Instagramnya. Dia menyinggung nama Raffi Ahmad sebagai milenial pertama yang mendapatkan vaksin Covid-19.

Dia lantas berpendapat jika di dalam tubuh Raffi Ahmad setelah mendapay vaksinasi ada kandungan berbahaya. Dokter Lois lantas menyandingkan Raffi Ahmad dengan mendiang suami BCL, Ashraf Sinclair. “Rafi Ahmad ini sudah di suntik Vaksin FLu kan??” tulis dr Lois. “Ingat suami BCL?? Nah…bisa kejadian mendadak seperti itu,” jelasnya.

“Karena Rafi Ahmad ini SDH menyimpan etil mercury dan formaldehid di tubuhnya,” tulis dr Lois Owein dalam captionnya. Selain itu, dr Lois bahkan menyinggung nasib Nagita Slavina yang bakal menjadi janda kembang.

“Begitu rajin minum susu calsium dan obat penurun kolesterol (Statin,Lipitor) Maka…istrinya akan jadi Janda kembang,” lanjut caption dr Lois.

dr Lois dalam pengawasan

Setelah menjalani pemeriksaan, dr. Lois Owien justru dibebaskan oleh pihak Bareskrim Polri. Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Brigjen Slamet Uliandi menerangkan bahwa pihaknya membebaskan dr. Lois, lantaran sang dokter sudah mengakui kesalahannya.

“Yang bersangkutan menyanggupi tidak akan melarikan diri. Oleh karena itu saya memutuskan untuk tidak menahan yang bersangkutan, hal ini juga sesuai dengan konsep Polri menuju Presisi yang berkeadilan,” kata Slamet kepada wartawan, Selasa 13 Juli 2021.

Setelah diperiksa, dr. Lois akhirnya mengakui bahwa opini yang Ia bagikan di media sosial perlu penjelasan medis. dr. Tirta yang sempat menjadi saksi dan pelapor atas kasus tersebut ikut menanggapi pembebasan tersebut.

Menurut dr. Tirta, pihak kepolisian tak serta merta membebaskan dr. Lois, atas kesalahan yang telah diperbuat. Faktor yang meringankan beban dr. Lois adalah SKB 3 menteri terkait Pedoman UU ITE.

“Kenapa lois dilepas? Sbenernya kasus lois masih dipantau, tapi semenjak ada SKB 3 menteri, untuk urusan hoax yg berhubungan ama beberapa beberapa pasal,” ujar dr. Tirta, dikutip Pikiran-Rakyat.com dari Instagram.

dr. Tirta menyebut pihak kepolisian saat ini lebih mengedepankan mediasi, daripada langsung memberi hukuman. Dia pun menegaskan hanya ingin dr. Lois meminta maaf di hadapan publik, terkait pernyataan yang keliru.

“@divisihumaspolri mengedepankan mediasi dan komitmen dari terlapor, untuk meminta maaf,” ujar dr. Tirta.

“Dan saya dari awal bilang bahkan di acara @hotmanparisofficial , saya cuma minta lois: minta maaf,” katanya menambahkan.

Meski dr. Lois tak ditahan, dr. Tirta menyebut pihak kepolisian akan tetap mengawasinya. Jika dr. Lois mengulang, maka akan diberi tindakan tegas.

“Apakah otomatis kasus berhenti? Tidak. Lois TETAP dalam pengawasan POLISI. Semua media sosial dia menjadi barang bukti dan tidak akan di deactive. Kalo dia mengulang kembali, baru deh tindakan tegas,” ujar dr. Tirta.

Terkait tudingan yang menyebut dr. Lois memiliki gangguan jiwa, dr. Tirta memilih untuk tak ikut campur.

sumber : pikiran-rakyat.com

Comments are closed.