Kisah Haru Wanita 8 Tahun Belum Hamil Dianjurkan Angkat Rahim, Sikap Suami Luar Biasa

Pernikahan menjadi gerbang bagi setiap pasangan untuk siap mengarungi bahtera rumah tangga. Kebahagiaan dan kesedihan menjadi hal yang dirasakan bersama.

Seperti kisah perjuangan pasangan suami istri untuk mendapatkan momongan selama 8 tahun ini. Bukannya mendapatkan hasil yang diharapkan, sang istri justru disarankan untuk operasi pengangkatan rahim.

Terpuruk, reaksi sang suami pun luar biasa. Lantas, seperti apa tanggapan sebenarnya dari sang suami? Berikut ulasannya.

8 Tahun Belum Dikaruniai Buah Hati
Seorang wanita cantik pemilik akun Instagram @novyandi beberapa waktu lalu membagikan sebuah video singkat. Dalam video itu, ia memperlihatkan detik-detik saat dirinya membuka hasil test sebagai penentu program bayi tabung.

“2 bulan lalu waktu lihat hasil test untuk menentukan bisa atau gak nya program bayi tabung,” tulisnya.

Diketahui, cara itu ditempuh dirinya dan suami setelah mengarungi 8 tahun pernikahan namun belum jua dikaruniai keturunan.

“Tahun ke 8 pernikahan, tiba-tiba mau posting ini,” tulisnya.

Pasrah soal Hasil Test

Senyuman dari wanita cantik itu pun seketika sirna. Melihat hasil test, ia justru nampak terdiam dan merasa kebingungan. Berharap, hasil yang dinyatakan dokter kala itu merupakan sebuah kesalahan.

“Masih bingung, berharap yang dilihat itu salah,” ungkapnya.

Disarankan Pengangkatan Rahim

Program bayi tabung yang diharapkan keduanya menjadi solusi tak dikabulkan dokter. Bahkan, wanita cantik itu tertegun saat dirinya justru disarankan untuk melakukan operasi histerektomi guna mengangkat rahim.

“Qodarallah, tidak memungkinkan untuk bayi tabung bahkan dokter menyarankan histerektomi (pengangkatan rahim),” sambungnya.

“Takdir Allah, apapun itu pasti yang terbaik untuk hamba-Nya. Kami tidak kuasa atas diri kami sedikitpun, Ya Allah,” lanjutnya.

Di tengah isak tangisnya yang tak terbendung, wanita cantik itu justru mendapatkan kekuatan dari sang suami. Disebutnya, sang suami terus memberikan dukungan.

“Suamiku terus menyemangati. Gak kuat menahan tangis,” tulisnya.

“Terima kasih banyak suamiku yang sudah selalu kasih support apapun kondisi aku, menguatkan dan selalu menyayangi aku apa adanya, betapa Allah sudah kasih aku rezeki yang gak ternilai yaitu kamu,” sambungnya.

Sang suami menuturkan, keturunan bukan menjadi satu-satunya sumber kebahagiaan dari rumah tangga keduanya. Ia siap mendampingi sang istri dan menjalani setiap takdir Tuhan yang telah digariskan.

“Kamu selalu bilang ‘Anak itu bukan satu-satunya kunci kebahagian kita hun, insyaa Allah aku gak apa-apa, kita jalanin ya’ Remuk hati aku, semoga Allah rekatkan cinta kita karena cinta kepada Allah,” ungkapnya.

Sumber : merdeka.com

Comments are closed.