Benarkah Hewan Kurban Bakal Jadi Kendaraan di Akhirat Kelak? Ini Jawaban Lugas Ustadz Adi Hidayat

Menjelang hari raya idul adha 2021 tidak sedikit dari umat muslim yang merayakan dengan berkurban hewan. Hari raya idul adha memang identik dengan hewan kurban sebagai salah satu perayaan yang ditunggu-tunggu umat muslim.

Dalam sebuah Riwayat menyatakan bahwa hewan kurban menjadi kendaraan di akhirat pada seorang yang berkurban hewan dalam hari raya idul adha.

Atas dasar Riwayat di atas, banyak dari umat muslim yang berkurban hewan besar dan kuat sebagai tunggangan di akhirat kelak.

Dilansir MediaBlitar.com dari kanal YouTube Adi Hidayat Official, begini jawaban dari ahli agama terkait Riwayat yang menyatakan bahwa hewan kurban bakal menjadi kendaraan di akhirat kelak.

Dijelaskan bahwa hewan kurban tersebut akan datang sebagai kendaraan di hari kiamat melewati jembatan yang menentukan jalan surga atau neraka.

Ustadz Adi Hidayat mengatakan, riwayat yang menyebutkan keutamaan hewan kurban sebagai kendaraaan di akhirat tersebut dinilai oleh para ulama sebagai riwayat yang lemah dan bermasalah.

Menurut Ustadz Adi Hidayat, hampir seluruh riwayat keutamaan penyembelihan yang berlebihan tidak memiliki kekuatan atau dipandang lemah.

Meskipun melihat bahwa Riwayat keutamaan hewan kurban sebagai kendaraan di akhirat lemah, ada beberapa ulama yang menyebut bahwa bisa jadi Riwayat tersebut tentang ‘kendaraan’ adalah sebuah majas atau kiasan.

Artinya, semakin baik hewan kurban maka semakin besar pahalanya. Jika pahalanya semakin besar maka akan memudahkan kelak di akhirat.

Lebih lanjut, Ustadz Adi Hidayat memberi contoh kisah kurban dua anak Nabi Adam. Pada saat itu, kurban yang diterima oleh Allah SWT adalah kurban yang terbaik.

Hal ini menjadi contoh agar umat muslim dalam berkurban dengan hewan yang memiliki kualitas terbaik, bukan justru memilih yang paling jelek.

Menurut Ustadz Adi Hidayat, hampir seluruh riwayat keutamaan penyembelihan yang berlebihan tidak memiliki kekuatan atau dipandang lemah.

Meskipun melihat bahwa Riwayat keutamaan hewan kurban sebagai kendaraan di akhirat lemah, ada beberapa ulama yang menyebut bahwa bisa jadi Riwayat tersebut tentang ‘kendaraan’ adalah sebuah majas atau kiasan.

Artinya, semakin baik hewan kurban maka semakin besar pahalanya. Jika pahalanya semakin besar maka akan memudahkan kelak di akhirat.

Lebih lanjut, Ustadz Adi Hidayat memberi contoh kisah kurban dua anak Nabi Adam. Pada saat itu, kurban yang diterima oleh Allah SWT adalah kurban yang terbaik.

Baca Juga: Bacaan Niat Puasa Sunnah Tarwiyah dan Arafah Menjelang Hari Raya Idul Adha, Beserta Terjemahannya

Hal ini menjadi contoh agar umat muslim dalam berkurban dengan hewan yang memiliki kualitas terbaik, bukan justru memilih yang paling jelek.

Ustadz Adi Hidayat menutup penjelasan dengan mengingatkan untuk tidak menyandarkan pada riwayat kendaraaan hewan kurban karena hadistnya lemah, bahkan palsu.

Kendati demikian, boleh memaknai ‘kendaraaan’ sebagai kiasan amal kurban yang kelak mempermudah saat melewati jembatan di akhirat dan memperberat timbangan pahala. Wallahu a’lam.

Sumber : pikiran-rakyat.com

Comments are closed.