Kerja Jadi Penjual Sayur, Wanita Ini Curhat Disepelekan Calon Mertua

467 views

Rosvita mengakui jika ia memilih berjualan sayur karena tahu jika berjualan sayur bisa menghasilkan.

Seorang wanita jadi viral karena kisahnya yang pernah disepelekan ‘camer’ (calon mertua). Berprofesi sebagai tukang sayur, ia mengaku dipandang sebelah mata seolah pekerjaannya tidak lebih baik dari PNS. Padahal dalam sehari wanita itu dapat menghasilkan ratusan ribu yang jika ditotal gajinya bisa lebih dari pekerja kantoran atau berseragam.

Wanita bernamaRosvita mengisahkan pengalamannya disepelekan karena pekerjaan. Dalam videoTikTok yang viral, wanita yang berdomisili di Bekasi Timur itu mengungkap percakapannya dulu dengan ibu ‘doi’. Ketika itu, ia diminta ibu tersebut untuk tidak mendekati anaknya karena menginginkan menantu PNS.

” Maaf ya Bu, saya bukan calon mantu idaman yang berseragam,” begitu tulisnya di keterangan video.

Dalam postingan, Rosvita kemudian menjelaskan bahwa ia meski tidak berseragam ia bisa menghasilkan pendapatannya yang tidak bisa disepelekan. Wanita 26 tahun ini mengaku jika usahanya memang awalnya kecil-kecilan hingga bisa berkembang dan menyewa toko.

” Apalah daya yang cuma bisa nyicil tabungan Rp 700 ribu per hari,” tulisnya.

Mengenai usahanya, Rosvita mengakui jika ia memilih berjualan sayur karena tahu jika berjualan sayur bisa menghasilkan. Meski begitu, tentu pekerjaannya tidak selalu mudah. Ia sendiri pernah mengalami kegagalan hingga harus buka.

” Kenapa milih usaha sayur? karena keuntungannya memng nggak main-main jika pandai mengelolanya,” ujar Rosvita dikutip dari laman Suara.com.

” Tapi sempat gagal dua kali sampai udah nggak punya uang juga dan saya buka dari subuh sampai jam 10 malam, jadi belanja itu bisa dua kali sehari,” lanjutnya.

Videonya jadi viral dan dapat banyak dukungan, Rosvita mengaku senang bisa menginspirasi terutama kepada sesama wanita.

” Aku seneng karena biar perempuan di luar sana biar tahu juga bahwa kita sebagai perempuan harus bisa mandiri dan punya penghasilan sendiri, dan bisa menjadi kebanggaan orang-orang di sekitar kita,” tutur Rosvita.

Comments are closed.