Turis Domestik Selamatkan Sektor Perhotelan Indonesia

Posted on

Salah satu hal terpenting dan utama yang perlu dilakukan oleh industri perhotelan adalah memahami kebutuhan wisatawan domestik.

Hal ini karena dengan lebih memahami kebutuhan pasar domestik, para pelaku industri akan memberikan lebih banyak peluang terutama terkait dengan strategi bisnis dan strategi properti.

Melalui langkah-langkah tersebut, produk yang ditawarkan dapat lebih bervariasi dan menarik sehingga mampu menarik pengunjung.

Tuntutan wisatawan domestik cenderung mengarah pada kualitas pelayanan dan memiliki ekspektasi yang lebih besar terhadap fasilitas yang bervariasi.

Selain itu, wisatawan domestik berorientasi pada keluarga dan cenderung menyukai pengalaman atau produk unik dari wisatawan asing.

Sekadar informasi, menurut Market Insights Colliers, tingkat hunian hotel di Bali pada akhir tahun 2021 akan menyentuh 40 persen.

Pertumbuhan positif juga ditunjukkan hotel-hotel di Jakarta pada akhir tahun 2021 sudah mencapai 70 persen.

PHRI memproyeksikan, dengan meningkatnya permintaan dan pelonggaran kebijakan karantina di Bali, tingkat hunian hotel bisa tumbuh 10-20 persen, terutama karena kedatangan wisman pada akhir 2022.

Proyeksi tersebut didukung oleh antusiasme dan bukti permintaan kunjungan ke Bali oleh wisatawan dari Eropa dan Australia yang masuk untuk Agustus, September dan sisa tahun nanti.

Selanjutnya fasilitas atau tempat hiburan dengan ruang terbuka menjadi daya tarik bagi wisatawan yang datang ke Bali.

Vila serta properti ruang terbuka yang lebih dengan desain interior modern menjadi daya tarik tersendiri daripada kamar hotel.

Adapun perkembangan pembangunan yang telah dilaksanakan dan sedang dikerjakan kembali dilanjutkan seiring dengan munculnya perkembangan positif pada kedatangan pengunjung.

Pembangunan diperkirakan akan terus tumbuh di beberapa daerah, bukan hanya karena harga tanah yang masih relatif terjangkau, tetapi juga karena infrastruktur yang semakin membaik.

Pemerintah Indonesia juga akan memulai pembangunan jalan tol Gilimanuk-Mengwi dalam waktu dekat serta bandara baru di Bali Utara dalam waktu dekat.

Hal ini menunjukkan niat pemerintah dalam mendistribusikan infrastruktur secara merata dan menargetkan penyebaran wisatawan ke Bali lebih luas dan memberikan peluang yang baik bagi investor dan pengembang.